Thursday, March 15, 2007

HARI 12 : MENGEMBANGKAN PERSAHABATAN DENGAN ALLAH

Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu

(Yakobus 4: 8 )

Dekat atau tidaknya kamu dengan Allah, adalah tergantung kepada dirimu.

Kita tidak bisa bersahabat dengan seseorang kalau kita tidak menginginkannya. Allah sungguh ingin bersahabat denganmu. Tetapi Allah tidak bisa memaksamu menjadi sahabatNya, kalau kamu tidak mau.

Bagaimana supaya kita bisa menjadi sahabat yang akrab ?

1. Kita harus jujur kepada sahabat.

Allah tidak mengatakan kita harus sempurna dulu baru kita bisa bersahabat denganNya. Di dalam Alkitab, sahabat-sahabat Allah juga bukan orang yang sempurna. Tetapi mereka berkata jujur kepada Allahtentang perasaan dan pemikiran mereka. Kamu juga bisa jujur kepada Allah tentang apa yang kamu pikirkan dan kamu rasakan. Allah tidak akan marah karena kejujuran kita.

Allah tidak suka kalau kita mengatakan sesuatu yang indah-indah padahal kita tidak mengatakannya dari dalam hati kita. Kalau kita hanya menirukan kata-kata orang lain, atau mengulang-ulang kata-kata yang sama terus menerus seperti burung beo maka Allah akan sedih.


a. Bagaimana perasaanmu bila mama atau papa memujimu tetapi sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh mengatakannya ?

b. Apakah kamu suka kalau sahabatmu selalu mengulang-ulang kata-kata yang sama ketika bertemu denganmu dan tidak pernah berbicara hal lain ?


2. Kita harus percaya kepada sahabat.

Kalau kita percaya pada seseorang, kita pasti mau melakukan apa yang dia minta untuk kita lakukan meskipun mungkin kita tidak mengerti mengapa harus melakukannya.

Tuhan Yesus berkata di dalam Yohanes 15 : 14 :

Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.

Kita taat kepada Allah bukan karena takut atau karena terpaksa, tetapi karena kita mengasihi Allah dan percaya kepadaNya. Itulah ciri sahabat yang baik.

Allah meminta kita melakukan hal-hal yang besar seperti menolong orang, mengampuni teman yang bersalah, bersaksi atau memberikan persembahan. Tetapi Allah juga meminta kita melakukan hal-hal yang kecil seperti jujur, tersenyum, sungguh-sungguh saat memuji Tuhan dan sebagainya. Hal-hal kecil ini mungkin tidak terlihat orang lain, tetapi Allah memperhatikannya. Dan Allah senang kita melakukannya karena percaya kepadaNya.

3. Kita harus menghargai apa yang dihargai sahabat kita.

Sahabat yang baik selalu peduli kepada sahabatnya. Kalau kita sayang kepada seseorang, maka kita akan sedih atas hal-hal yang membuat sahabat kita sedih, dan sukacita untuk hal-hal yang menyenangkan sahabat kita.

Tahukah kamu apakah yang diinginkan sahabatmu, Allah ? Allah ingin semua orang masuk ke surga. Itulah alasan satu-satunya mengapa Yesus datang ke dunia. Kalau kamu ingin menjadi sahabat yang baik bagi Allah, kamu juga harus peduli pada semua orang di sekelilingmu karena Allah juga sayang kepada mereka. Sahabat Allah memberi tahu teman-temannya kalau Allah juga mengasihi mereka.

4. Kita rindu kepada sahabat kita.

Apakah kamu rindu kepada sahabatmu kalau kamu tidak berjumpa dengannya ? Dalam kitab Mazmur, Daud mengatakan bahwa ia ingin mengenal Allah lebih dari yang lain. Allah senang bila kita bersungguh-sungguh ingin dekat denganNya.

Apakah kamu sungguh-sungguh ingin menjadi sahabat Allah ? Itu tidak terjadi begitu saja. Kamu harus menginginkan dan mengusahakannya. Seringkali kamu harus melepaskan sesuatu yang menghalangimu bersahabat dengan Allah. Kalau kamu ingin bersahabat dengan seseorang, tentu kamu bersedia melepaskan sesuatu yang membuatmu tidak bisa dekat dengan sahabatmu itu bukan ?

Apakah yang perlu kamu lepaskan untuk tidak menghalangimu bersahabat dengan Allah ?

(sikap cuek, hobby, terlalu sibuk main, dosa)

Kalau kamu merasa tidak mampu melakukannya, kamu bisa minta kepada Allah untuk membangkitkan kerinduanmu kepada Dia. Kamu juga bisa minta Ia menolongmu menyingkirkan semua penghalang supaya bisa dekat denganNya.

Ayat Hafalan :

Hanya satu yang kuminta kepada TUHAN, hanya inilah yang kuingini: diam di Rumah TUHAN seumur hidupku, untuk merasakan kebaikan TUHAN dan mohon bimbingan-Nya.

(Mazmur 27 : 4)

HARI 11 : MENJADI SAHABAT KARIB ALLAH

Kamu bisa menjadi sahabatnya Allah.

Di dalam Alkitab diceritakan ada beberapa orang yang pernah bergaul dekat dengan Allah. Dapatkah kamu menyebutkan nama beberapa sahabat Allah ? (Abraham, Musa, Daud, Ayub, Nuh)


Kita bisa menikmati persahabatan dengan tiga oknum Tritunggal : Allah Bapa, Yesus, dan Roh Kudus.

Sahabat artinya adalah hubungan yang dekat dan dipercayai.

Siapakah nama sahabatmu ? Mengapa kamu suka menjadi sahabatnya ?

  1. Apakah menurutmu menjadi sahabat Allah adalah hal yang menyenangkan ? Mengapa ?

Allah ingin kita mengenalNya dengan akrab. Mengenal dan mengasihi Allah merupakan hak istimewa terbesar kita. Sulit membayangkan bagaimana Allah yang maha kuasa, tidak bisa terlihat, dan sempurna bersahabat dengan manusia yang berdosa. Tetapi Tuhan Yesus membuat segala sesuatunya mungkin. Karena Dia sudah menebus kita di kayu salib, maka kita dilayakkan menjadi sahabat-sahabat Allah.

Bagaimana caranya kita bisa menjadi sahabat Allah ?

1. Berkomunikasi/bercakap-cakap dengan Allah.

Kita tidak bisa memiliki hubungan yang dekat dengan Allah kalau kita hanya berbicara dengan Dia seminggu sekali waktu kita ke gereja, atau dua kali saat kita ke gereja dan sel group. Bersahabat artinya berbagi semua pengalaman hidupmu dengan dia, saat kamu senang, susah, kecewa, bingung, mengharapkan sesuatu, dan sebagainya. Kita bis berbicara terus menerus dengan Allah di dalam hati kita, bahkan saat kita sedang sekolah, bermain, mengerjakan PR, dan sebagainya. Kamu bisa melakukannya karena Allah ada bersamamu sepanjang waktu. Ia ada di dalam hatimu.

Kamu tidak perlu mengubah kegiatanmu untuk menjadi sahabat Allah. Yang perlu kamu lakukan adalah mengubah sikap. Kalau biasanya kamu melakukan segala sesuatu bagi dirimu sendiri, sekarang cobalah untuk melakukannya bagi Allah.

Kamu tidak perlu mengatakan kalimat-kalimat yang panjang saat berbicara dengan Allah. Seperti nafas, kamu bisa melakukannya secara refleks (tanpa perlu berpikir lagi). Kamu bisa mengatakan, “ Engkau menyertaiku, “ atau “ Kaulah Allahku, “ atau “ Aku senang hari ini, Tuhan karena cuaca yang indah, “ atau “ Terima kasih Tuhan untuk anjingku yang lucu” dan sebagainya.

Untuk bisa melakukannya, kamu perlu mempraktekkannya sesering mungkin.

  1. Apakah yang membuatmu jarang berdoa ?
  2. Maukah kamu mulai hari ini selalu berdoa setiap saat kepada Allah ?
  3. Maukah kamu didoakan supaya Roh Kudus senantiasa mengingatkanmu untuk berdoa ? (Kakak dapat mendoakan anak-anak untuk selalu ingat berdoa )
  1. Merenungkan tentang Allah terus menerus.

Cara kedua untuk menjadi sahabat Allah adalah merenungkan Firman Allah setiap saat. Kita tidak bisa menjadi sahabat seseorang bila kita tidak mengenalnya dengan baik. Ada pepatah yang mengatakan “ Tak kenal maka tak (sayang).” Kita bisa mengenal Tuhan dengan membaca Alkitab. Tentu saja kamu tidak membaca Alkitab dari pagi hingga malam hari. Tetapi kamu bisa merenungkan ayat firman Tuhan yang kamu baca setiap hari.

Dengan membaca Firman Allah, maka kita mengerti tentang rahasia-rahasia Allah. Kita hanya memberitahukan rahasia kepada sahabat saja. Melalui Firman Tuhan, kita mendengarkan Allah berbicara kepada kita.

Dua cara yang penting ini akan menolong kita menjadi sahabat-sahabat Allah. Yang pertama membuat kita berbicara kepada Allah, yang kedua membuat kita mendengarkan apa yang ingin Allah katakan kepada kita.

Ayat Hafalan :

TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka (Mazmur 25 : 14)

HARI 10 : INTI PENYEMBAHAN


Penyembahan itu atinya adalah berserah diri.

Apakah artinya menyerah ?

Menyerah adalah mengaku kalah kepada yang lebih kuat.

Menyembah Tuhan artinya menyerahkan hidup kita sebagai pemberian kepada Tuhan. Artinya adalah memberikan 100 % diri kita kepada Tuhan, bukan 90 % atau 95 %. Menyerahkan diri kepada Tuhan artinya kita 100 % percaya kepada Tuhan untuk memimpin seluruh hidup kita, dari bangun pagi sampai kita tidur di malam hari. Yaitu kita memikirkan, mengatakan dan melakukan apa yang diinginkan Tuhan, bukan yang kita inginkan sendiri. Mengapa kita melakukannya ? Karena kita yakin Tuhan sangat mengasihi kita dan ingin yang terbaik bagi hidup kita.

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

(Yeremia 29 : 11 )

Ada 2 penghalang yang membuat kita tidak bisa menyerahkan diri pada Tuhan sehingga kita tidak bisa menyembah Dia 100 % dan menyenangkan hatiNya.

1. Takut Untuk Percaya Pada Allah

Kita takut percaya 100 % pada Allah karena kita tidak 100 % yakin kalau Allah sayang pada kita. Kamu harus tahu bahwa kamu sangat berarti bagi Allah dan Ia mengasihimu sampai Ia mau mati di kayu salib untuk kamu. Allahtidak pernah memaksa kamu untuk tunduk padaNya. Ia ingin kamu mengasihi Dia karena Ia adalah Penyelamat, Bapa, Saudara, dan Sahabatmu.

Dapatkah kamu menjelaskan mengapa Allah bisa menjadi penyelamatmu, atau bapamu, atau saudaramu, atau sahabatmu ?

Allah menyelamatkan kamu dari hukuman dosa yaitu maut, dan memindahkanmu dari kematian kepada kehidupan yang kekal.

Allah adalah bapamu karena ia menganggapmu sebagai anak yang disayangi, tetapi juga didisiplin kalau kamu salah. Ia memberimu warisan hidup di surga karena Ia adalah bapamu.

Yesus adalah saudaramu yang sulung, ia menjadi contoh bagimu. Ia menjagamu seperti seorang kakak, dan membelamu saat kamu lemah.

Yesus adalah sahabatmu karena Ia tidak pernah meninggalkanmu dalam suka maupun duka.

2. Kesombongan dan Kebimbangan

Manusia sering merasa berkuasa penuh atas hidupnya dan tidak mau mengakui bahwa ia adalah ciptaan Tuhan. Orang yang berserah diri mengakui bahwa dirinya adalah ciptaan Tuhan, dan karena itu ia taat kepada Firman Tuhan, meskipun kadang-kadang Firman Tuhan sepertinya tidak masuk akal.

Sebutkan contoh Firman Tuhan yang menurutmu tidak masuk akal, tetapi harus ditaati.

Misalnya waktu ada temanmu yang berbuat jahat dan menyakitimu, tentu kamu ingin sekali membalasnya. Tetapi Firman Tuhan mengatakan supaya kamu mengampuni orang yang bersalah kepadamu. Sampai berapa kali. Kata Firman Tuhan sampai 70 x 7 kali, atau artinya kamu harus terus mengampuninya meskipun temanmu itu sangat keterlaluan. Kamu harus mau melakukannya karena itu artinya mentaati Firman Tuhan. Itu membuat Tuhan senang, karena kamu melakukan sesuai apa yang diinginkan Tuhan.

Sebutkan contoh orang yang taat di dalam Alkitab.

Abraham taat kepada Tuhan waktu disuruh keluar dari Ur-Kasdim meskipun ia tidak tahu harus pergi ke mana.

Yusuf percaya kepada Tuhan meskipun ia difitnah dan masuk penjara.

Nuh tetap membangun bahtera sesuai perintah Tuhan meskipun mungkin ditertawakan orang-orang lain sebangsanya.

Ada banyak keuntungan yang akan kita peroleh bila kita berserah diri kepada Tuhan. Berserah diri tidak membuat kita lemah, tetapi sebaliknya berserah diri akan menyebabkan kuasa Tuhan yang luar biasa bekerja di dalam kita dan membuat kita menang.

Coba serahkan semua hal yang ada padamu di dalam gambar ini kepada Tuhan, dan terimalah apa yang ada pada Tuhan untuk menjadi gantinya.

Kelebihanmu

Kelemahanmu

Sifat Tuhan

Kemampuan Tuhan

Ayat Hafalan

Serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran ( Roma 6 : 13b)