Thursday, October 12, 2006

Hari 4 : DICIPTAKAN UNTUK KEKEKALAN

Kamu diciptakan Allah untuk hidup kekal. Apakah artinya kekal ? Artinya adalah selama-lamanya, tidak ada akhir. Benarkah begitu ? Lalu, kenapa ada orang yang meninggal dunia ? Meninggal dunia bukan berarti kehidupan kita selesai, tetapi kita pindah ke kehidupan yang kekal.

Sama seperti Allah menciptakan ulat, yang kemudian berubah menjadi kepompong, dan akhirnya menjadi kupu-kupu – demikian juga Dia menciptakan kamu untuk berubah. Pertama kamu hidup di dalam perut mama selama 9 bulan, kemudian kamu lahir ke dunia dan hidup di bumi selama waktu yang telah ditetapkan Tuhan untuk kamu, ( Ada yang hidupnya di dunia hanya 1 hari, ada yang 7 tahun, 20 tahun, 40 tahun, 50 tahun, 100 tahun. Tanyakan pada anak-anak apakah mereka tahu seseorang yang meninggal pada usia anak-anak, atau mereka yang sudah tua sekali tapi sampai hari ini masih hidup. )

Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun…
(Mazmur 90 : 10 )

Setelah itu kamu hidup di kekekalan. Ada dua pilihan kekekalan : surga atau neraka. Hubunganmu dengan Allah di bumi menentukan hubunganmu dengan Dia di dalam kekekalan. Kalau kamu mengasihi Yesus, dan menerima Dia sebagai juru selamatmu, maka kamu akan diangkat sebagai anakNya. Kalau kamu menjadi anak Allah, tentu kamu akan diundang untuk tinggal bersama-sama dengan Tuhan selamanya di surga.

Tetapi kalau kamu menolak kasih dan pengampunan dari Allah, kamu akan terpisah selama-lamanya dari Allah. Ada banyak orang yang memilih hidup tanpa Allah di bumi ini karena mereka tidak mengerti bahwa hidup ini bukan cuma sekadar yang ada sekarang. Tragisnya, mereka sering tidak mau mendengar kalau ada yang memberitahu mereka bahwa setelah kehidupan di dunia ini berakhir, masih ada kehidupan lain setelahnya.

Tentu keadaan di surga dan di neraka jauh berbeda. Manakah yang akan kamu pilih ?

Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi (Mat. 13 : 49 – 50 )

Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu
(Wahyu 21 : 4)

Tidak ada kata-kata yang cukup tepat untuk menggambarkan keindahan dan kehebatan surga sampai – sampai Alkitab mengatakan tentang hal itu :

Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.
( 1 Korintus 2 : 9 )

Tetapi untuk menggambarkannya sekilas, rasul Yohanes menceritakannya demikian :

Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal. Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel…Tembok itu terbuat dari permata yaspis; dan kota itu sendiri dari emas tulen, bagaikan kaca murni. Dan dasar-dasar tembok kota itu dihiasi dengan segala jenis permata.. Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening…Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya…dan pintu-pintu gerbangnya tidak akan ditutup pada siang hari, sebab malam tidak akan ada lagi di sana
( Wahyu 21 : 11 -25)

Inginkah kamu tinggal di dalamnya ? Hanya orang bodoh yang akan menjalani kehidupan ini tanpa bersiap-siap menghadapi apa yang akan terjadi setelah ia mati. Kamu perlu lebih banyak memikirkan tentang kekekalan, dan mempersiapkan untuk hidup di dalamnya. Ambil kesempatan hari ini untuk memastikan dirimu memilih mengikuti Yesus. Kalau kamu memiliki hubungan dengan Yesus, kamu tidak perlu takut akan kematian. Itu adalah pintu menuju kekekalan.

Gambarkan fase dari ulat sampai menjadi kupu-kupu.


Gambarkan fase mulai kamu ada di dalam perut mama sampai kamu ada di surga.

Tulislah daftar hal-hal yang membuatmu memiliki hubungan dengan Allah.
(percaya pada Yesus, menjadikan Yesus sebagai Tuhan, berdoa, membaca Firman Tuhan, memuji Tuhan, pergi ke gereja, pergi ke sel anak dll. )

Ayat Hafalan :
Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.
(1 Yoh. 2 : 17)

Wednesday, October 11, 2006

HARI 3 : APA YANG MENGGERAKKAN KEHIDUPANMU ?

Aku melihat bahwa pada dasarnya segala jerih payah dan keberhasilan orang didorong oleh perasaan iri hatinya (Pengkotbah 4 : 4)

Pertanyaan :
Apakah kamu setuju dengan pernyataan Pengkotbah di atas ? ( Terangkan bahwa ayat tersebut ditulis oleh Salomo, yaitu orang yang sangat pandai dan bijaksana – ia mengamati bahwa semua hal yang dilakukan manusia hanya supaya ia merasa berarti atau hebat, lebih dari orang lain.)
Dapatkah kamu menuliskan beberapa hal yang kamu ingin dapatkan tahun ini ?
Apakah yang akan kamu lakukan supaya keinginanmu tersebut tercapai ?
Bagaimana perasaanmu kalau kamu tahu temanmu memiliki/mendapatkan apa yang kamu idam-idamkan tersebut ?


Kehidupan setiap orang digerakkan oleh sesuatu, maksudnya yang menyebabkannya melakukan segala sesuatu di dalam kehidupannya.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penggerak. Yang mana yang sesuai dengan dirimu ?
Digerakkan oleh perasaan bersalah.
Orang yang digerakkan perasaan bersalah merasa malu dan menyesal karena pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya. Karena itu secara tidak sadar dia menghukum dirinya sendiri dalam semua hal yang dia lakukan.
Misalnya ada anak yang pernah malas belajar sehingga ia tidak naik kelas. Ia merasa sangat bersalah karena tidak naik kelas, sehingga ia malas mengerjakan segala sesuatu. Ia menganggap masa depannya pasti suram karena ia pernah tidak naik kelas. Ia merasa semua orang mencapnya sebagai anak yang bodoh dan nakal. Akibatnya, ia tidak ingin mengerjakan apa-apa karena takut gagal. Dan kalau mengerjakan sesuatu ia juga tidak mengerjakannya dengan baik, karena ia merasa percuma saja. Toh ia tidak bisa menghapus masa lalunya yang tidak pernah naik kelas itu. Sampai dewasa ia tetap teringat bahwa ia gagal dalam sekolahnya.
Setiap orang pernah melakukan kesalahan, baik besar atau kecil. Tetapi itu tidak boleh membuat kita menjadi putus asa dan merasa masa depan kita suram karena kesalahan atau kebodohan yang pernah kita lakukan.
Musa pernah melakukan kesalahan besar. Ia membunuh orang. Kemudian ia lari ke padang gurun menjadi penggembala domba. Padahal ia punya potensi yang besar. Ia memiliki pendidikan yang tinggi. Tetapi Allah mampu melakukan hal-hal yang ajaib untuk menghapus masa lalu dan memberikan sebuah permulaan yang baru pada setiap orang yang mengalami masa lalu yang jelek (misalnya orang-tua bercerai, orang-tua bangkrut, anak punya penyakit seperti asma, kanker dll.). Musa justru menjadi pemimpin terbesar dalam sejarah Israel setelah ia berumur 80 tahun.

…aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku… (Filipi 3 : 13)

Digerakkan oleh kebencian dan kemarahan.
Orang yang digerakkan kebencian dan kemarahan selalu mengingat-ingat kesalahan orang yang membuat mereka sedih, marah, luka, sakit hati. Mereka sama sekali tidak mau mengampuni. Kadang-kadang bentuk kemarahannya diekspresikan dengan cara “mogok bicara/bungkam”, tetapi ada juga yang bersikap “amat marah/memberontak.” Kebencian dan kemarahan melukai diri kita sendiri lebih dari yang lainnya. Kita harus mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita.

Hanyalah orang yang bodoh saja yang mati sebab sakit hatinya (Ayub 5 : 2)

Digerakkan oleh rasa takut.
Kadang-kadang karena trauma waktu kecil atau karena selalu dilarang keluarga/guru untuk melakukan sesuatu karena hasilnya dianggap kurang sempurna, ( misalnya waktu kecil tidak boleh makan sendiri karena takut makanannya berceceran, atau tidak boleh main air karena rumahnya jadi kotor, atau tidak boleh lagi ikut suatu kegiatan karena pernah tidak menyelesaikan suatu les/ekskul) maka kita jadi takut melakukan sesuatu hal karena takut salah atau gagal. Ketakutan membuat kita tidak melakukan apa-apa sehingga rencana Tuhan yang baik dalam diri kita tidak terlaksana karena kita tidak mau melangkah.

Digerakkan oleh materi/uang.
Orang yang digerakkan materi melakukan segala sesuatu karena ingin punya banyak uang untuk membeli benda-benda yang dikira akan membuat kita bahagia, aman atau disukai orang lain. Tetapi ternyata semua itu tidak benar karena sifatnya hanya sementara. Akhirnya kita justru tidak merasa bahagia karena selalu ada yang lebih baru, lebih besar, lebih baik, lebih canggih dll. Dan hidup kita cuma dihabiskan dengan mengejar hal-hal yang demikian.

Digerakkan oleh kebutuhan akan pengakuan.
Orang yang ingin diakui atau dicintai orang lain membiarkan dirinya melakukan apa saja yang diinginkan atau diharapkan orang-tuanya, gurunya, temannya dll. Mereka kuatir apa yang dipikirkan orang lain tentang dirinya. Akibatnya, mereka tidak melakukan apa yang dikehendaki Allah untuk mereka lakukan. Dan hal ini adalah jalan menuju kegagalan dalam hidup ini.

Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain (Matius 6 : 24)

Selama kamu mengikuti kelompok sel ini kita akan bersama-sama belajar bagaimana menjalani kehidupanmu dengan tujuan tertentu – yaitu tujuannya Allah, yang menciptakan kamu dan tahu sepenuhnya tentang potensi-potensimu. Tidak ada yang lebih penting daripada mengetahui tujuan Allah bagi hidupmu ini. Kamu akan rugi sekali kalau kamu tidak tahu untuk apa Allah menciptakanmu dan membuat kamu dilahirkan di dunia ini. Karena tanpa tujuan, hidupmu tidak berarti. Tragedi paling besar dalam hidup ini bukan kematian, melainkan hidup tanpa tujuan. ( Jelaskan pada anak-anak tentang pentingnya tujuan. Umpamakan hal yang sederhana saja, misalnya saat liburan. Mana yang anak lebih suka, bangun pagi dan tahu kalau hari itu memiliki tujuan/rencana melakukan sesuatu yang berarti, atau bangun tidur tanpa tahu mau melakukan apa pada hari itu ? Itu hanya berlaku untuk 1 hari saja – bagaimana kalau seumur hidup kita. Bukankah penting sekali kita punya tujuan untuk hidup kita ?)

Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan (Efesus 5 : 17)



HARI 2 : KAMU ADA BUKAN KARENA KEBETULAN


Segala sesuatu diciptakan dengan tujuan tertentu. Begitu juga dirimu. Allah sudah merencanakan keberadaanmu jauh sebelum kamu dilahirkan.

Akulah TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau sejak dari kandungan, dan yang menolong engkau ( Yesaya 44 : 2 a )

Allah merancang setiap bagian tubuhmu. Ia yang memilih kamu akan lahir dari bangsa apa, warna kulitmu apa, warna rambutmu apa, warna matamu apa, bentuk tubuhmu bagaimana dan sebagainya. Ia juga memberikan di dalam dirimu bakat-bakat alam dan pribadi yang unik. Allah mengenal setiap bagian dari dirimu secara terperinci.

Waktu tulang-tulangku dijadikan, dengan cermat dirangkaikan dalam rahim ibuku, sedang aku tumbuh di sana secara rahasia, aku tidak tersembunyi bagi-Mu.
(Mazmur 139 : 15)

Karena Allah mempunyai tujuan tertentu dalam menciptakanmu seperti sekarang ini, maka ia memutuskan kapan dan dimana kamu dilahirkan, dan berapa lama kamu akan hidup di dunia ini.

Engkau melihat aku waktu aku masih dalam kandungan; semuanya tercatat di dalam buku-Mu; hari-harinya sudah ditentukan sebelum satu pun mulai.
(Mazmur 139 : 16 )

Allah tidak pernah melakukan apapun secara main-main atau kebetulan. Dia tidak pernah membuat kesalahan.

Allah menciptakanmu karena Ia mengasihimu.

Sebelum dunia ini diciptakan, Allah telah memilih kita melalui Kristus dengan maksud supaya kita menjadi milik-Nya yang khusus dan tidak bercacat di hadapan-Nya. Karena kasih Allah, maka Ia sudah menentukan terlebih dahulu bahwa melalui Yesus Kristus, Ia akan mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya sendiri. Dan memang itulah yang ingin dilakukan-Nya. ( Efesus 1 : 4 – 5 )

Untuk kamulah ia menciptakan dunia ini dan segala isinya dengan ketepatan yang luar biasa supaya kamu bisa tinggal di dalamnya. Allah menciptakanmu supaya Ia bisa menyatakan kasihNya kepadamu. Ini adalah sebuah kebenaran yang harus kamu jadikan landasan hidupmu.

Segala sesuatu diciptakan Allah untuk suatu tujuan tertentu. Kamu bisa menggambarkannya dalam banyak rangkaian rantai reaksi antara tumbuhan, hewan, dan manusia. Atau rantai reaksi di alam. Cobalah menggambarkan rantai reaksi tersebut di bawah ini.
Manusia bernafas dengan oksigen dan mengeluarkan gas karbon dioksida, yang dihirup oleh tanaman. Tanaman menghirup karbon dioksida, dan mengeluarkan oksigen.

Rumput dimakan hewan, hewan dimakan manusia, manusia mengeluarkan kotoran yang menjadi pupuk bagi tanaman.

Air laut menguap menjadi gas yang berkumpul di udara menjadi awan, setelah itu awan turun menjadi hujan yang membasahi bumi dan sungai-sungai yang semuanya mengalir kembali ke laut.

Aktifitas :
Pandanglah Dirimu di Cermin, Apa Yang Kamu Lihat ?

Minta setiap anak menuliskan keterangan tentang dirinya di selembar kertas tanpa menyebutkan nama. Tekankan agar anak berkonsentrasi pada hal-hal yang positif. Keterangan meliputi bentuk fisik seperti warna mata, rambut, kulit, tinggi, berat. Hal-hal non-fisik seperti suka bergurau, selalu tersenyum, suka menolong, tidak pernah terlambat, suka mengalah, tidak curang saat bermain dll.

Lipat kertas yang sudah ditulisi, masukkan ke kotak. Minta setiap anak mengambil selembar secara bergiliran, membacakannya dan menebak siapakah yang dimaksud dalam penjelasan tersebut.

Selanjutnya, bagi anak-anak menjadi pasangan. Sekarang minta setiap anak menuliskan hal-hal yang positif dari pasangannya.

Terangkan bahwa kadang-kadang kita melihat diri kita berbeda dari apa yang dilihat orang lain. Tetapi Allah melihat kita dengan pandangan yang penuh kasih. Di mata Allah setiap kita adalah ciptaan yang indah.

Ayat Hafalan :
Akulah TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau sejak dari kandungan, dan yang menolong engkau ( Yesaya 44 : 2a)